JambiEkspress.Com | ArtaSariMediaGroup ~ Dalam kehidupan rumah tangga, kebahagiaan sering kali diukur dari banyaknya tawa yang bergema di dalam rumah.
Delon Thamrin, penyanyi senior yang dikenal dengan suara emasnya, bersama istrinya, Aida Chandra, telah membina hubungan suami istri selama enam tahun.
Namun, meski sudah enam tahun bersama, pasangan yang dikenal harmonis ini masih belum dikaruniai anak. Meskipun demikian, mereka tetap memancarkan aura kebahagiaan, dan kini, mereka memutuskan untuk melangkah ke sebuah keputusan besar, yaitu mengadopsi anak.
Keputusan ini tidak datang begitu saja. Dalam sebuah wawancara di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Delon Thamrin mengungkapkan, “Kami merasa rumah sudah cukup sepi, dan kami ingin ada tawa anak-anak di rumah.”

Adopsi anak menjadi salah satu pilihan yang mereka pertimbangkan agar rumah tangga mereka semakin lengkap. “Program khusus, mungkin kami akan selidiki ke panti-panti asuhan. Kami mau adopsi,” lanjut Delon dengan penuh harapan.

Mencari Berkah dalam Keputusan Adopsi
Adopsi, bagi Delon dan Aida, bukan sekadar mencari kebahagiaan, tetapi juga sebuah berkah yang diharapkan bisa membawa kedamaian lebih dalam lagi di kehidupan mereka.
Di usia yang tidak lagi muda, Delon yang kini berusia 47 tahun, menginginkan anak yang masih berusia batita. “Mungkin satu atau dua tahun, tidak masalah. Tapi jangan lebih dari dua tahun satu bulan,” jelas Delon.

Sementara itu, Aida memiliki keinginan lain soal jenis kelamin anak yang ingin mereka adopsi. Delon pun dengan santai mengungkapkan, “Istri saya (Aida) lebih suka anak perempuan.
Katanya bisa dikuncir, bisa dicantik-cantikin.” Dengan tawa, Delon menyambung, “Tapi sebenarnya kami tidak mematok kriteria khusus. Yang penting anak tersebut bisa memberikan kebahagiaan bagi kami berdua.”
Namun, alasan mereka untuk mengadopsi bukan hanya sebatas keinginan untuk mengisi kesepian rumah tangga mereka, melainkan juga sebagai sebuah langkah untuk membuka pintu rezeki lain dalam hidup mereka.
Menurut Delon, ia terinspirasi dari banyak cerita pasangan yang sebelumnya tidak memiliki anak, namun setelah mengadopsi anak, mereka kemudian dikaruniai anak biologis.
“Kami berharap adopsi ini bisa jadi pemancing. Saya percaya, ketika kita memberi, Tuhan akan memberikan lebih banyak lagi,” ujar Delon dengan penuh keyakinan.
Mengadopsi sebagai Tindakan Konstruktif
Keputusan Delon dan Aida untuk mengadopsi anak tidak hanya menyentuh sisi emosional, tetapi juga merupakan tindakan konstruktif yang dapat membawa perubahan positif dalam masyarakat.
Di tengah banyaknya permasalahan sosial di Indonesia, di mana masih banyak anak-anak yang membutuhkan kasih sayang, keputusan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang kurang beruntung.
Mengadopsi anak bukanlah langkah yang mudah. Ada banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, termasuk kesiapan mental dan fisik, serta komitmen untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak yang diadopsi.
Namun, dengan niat baik dan persiapan yang matang, langkah Delon dan Aida bisa menjadi contoh positif bagi banyak pasangan di luar sana yang mungkin sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi anak.
Proses Adopsi yang Penuh Makna
Adopsi anak tidak hanya soal mengganti tempat tinggal atau memberi anak sebuah rumah, tetapi lebih kepada memberi mereka kesempatan untuk merasakan kebahagiaan dan kasih sayang yang layak mereka dapatkan.
Delon dan Aida mengungkapkan bahwa mereka akan mulai mencari panti asuhan sekitar pertengahan tahun depan, setelah jadwal manggung Delon mulai berkurang.
“Mungkin sekitar Maret atau setelah puasa, karena saat itu jadwal saya lebih longgar. Kami akan mulai mencari dan mengunjungi panti-panti asuhan,” ujar Delon.
Rencana ini tentunya bukan hal yang sederhana. Persiapan yang matang dan keterlibatan dalam berbagai proses administratif dan sosial akan dilakukan oleh pasangan ini.
Delon dan Aida sadar bahwa adopsi adalah langkah besar yang membutuhkan waktu dan perhatian ekstra. Namun, mereka yakin dengan persiapan yang baik, mereka dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak yang kelak mereka adopsi.
Inspirasi untuk Pasangan Lain
Keputusan Delon dan Aida ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pasangan yang sedang berjuang dengan masalah yang sama, yaitu ketidakmampuan untuk memiliki anak secara biologis.
Di Indonesia, angka adopsi anak masih terbilang rendah, meskipun banyak anak-anak di panti asuhan yang membutuhkan keluarga dan kasih sayang.
Pasangan ini membuktikan bahwa keluarga bisa dibangun dengan cara yang berbeda. Keluarga bukan hanya tentang darah yang mengalir, tetapi juga tentang cinta yang diberikan tanpa syarat.
Delon dan Aida juga mengingatkan bahwa kebahagiaan dalam rumah tangga bukan hanya tentang memiliki anak. Sebuah keluarga yang harmonis bisa tercipta dengan banyak cara.
Yang terpenting adalah rasa saling mencintai dan mendukung satu sama lain dalam setiap keadaan. “Kami ingin mengisi rumah ini dengan tawa anak-anak.
Tapi, yang lebih penting lagi adalah kami ingin memberi kesempatan kepada seorang anak untuk merasakan kasih sayang, yang mungkin selama ini belum mereka dapatkan,” kata Aida penuh haru.
Adopsi Anak dan Kesiapan Masyarakat
Adopsi adalah sebuah langkah yang tidak hanya diambil oleh pasangan suami istri, tetapi juga melibatkan masyarakat dan negara.
Kesiapan panti asuhan, fasilitas, serta kebijakan pemerintah yang mendukung proses adopsi menjadi hal penting agar anak-anak yang diadopsi mendapatkan hak mereka secara adil dan layak.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Sosial, telah menyediakan mekanisme adopsi yang legal dan transparan, yang bertujuan untuk memastikan proses adopsi berlangsung dengan aman, tanpa menimbulkan masalah di kemudian hari.
Meskipun adopsi seringkali dipandang sebagai hal yang tidak biasa, semakin banyak pasangan yang memilih untuk mengadopsi anak daripada berfokus pada mendapatkan anak biologis.
Hal ini menunjukkan bahwa perubahan dalam persepsi sosial tentang keluarga dan adopsi semakin berkembang.
Keberhasilan pasangan seperti Delon dan Aida dalam menjalani proses adopsi bisa menjadi contoh konkret bagi masyarakat bahwa keluarga adalah tentang kasih sayang dan komitmen, bukan hanya tentang hubungan darah.
Harapan untuk Masa Depan
Ke depannya, Delon dan Aida berharap adopsi yang mereka lakukan dapat memberikan perubahan positif dalam kehidupan anak yang akan mereka adopsi, serta memberikan inspirasi bagi banyak pasangan lain untuk mempertimbangkan adopsi sebagai solusi dalam memperkaya kehidupan rumah tangga mereka.
Dengan penuh keyakinan, Delon mengatakan, “Semoga apa yang kami lakukan ini bisa memberikan manfaat dan membuka pikiran banyak orang bahwa adopsi itu bukan sesuatu yang perlu ditakuti atau dihindari.
Ini justru bisa membawa kebahagiaan yang luar biasa, bukan hanya bagi kami, tetapi juga bagi anak yang kami adopsi.”
Delon dan Aida adalah bukti bahwa dalam setiap langkah hidup, ada kesempatan untuk berbuat baik dan memberi. Keputusan mereka untuk mengadopsi anak merupakan langkah yang tak hanya membawa kebahagiaan bagi mereka, tetapi juga bagi anak yang kelak akan mendapat kesempatan hidup yang lebih baik.
Kisah mereka adalah kisah cinta yang tak hanya melibatkan dua orang, tetapi juga membuka hati dan pikiran banyak orang untuk lebih peduli terhadap anak-anak yang membutuhkan kasih sayang. | JambiEkspress.Com | */Redaksi | *** |




 :


































































oke